MENGENAL LEBIH DEKAT SURGA ALLAH TA’ALA LEWAT TAFSIR SURAT AR-RAHMAN (Bagian 1)

nature_clouds_heaven_019281_

Oleh : Sandi Imandani, S.Pd

 Surga adalah tujuan akhir seorang mukmin. Di dalamnya terdapat begitu banyak kenikmatan yang Allah janjikan bagi hamba-Nya yang beriman. Apa sajakah yang terdapat di dalamnya. Insya Allah kali ini akan kami bahasa mengenai surga dan apa yang ada di dalamnya melalui tafsir surat Ar-Rahman. Semoga artikel ini bisa membuat kita semua semakin semangat dalam menggapai surga Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

 وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

 “Dan bagi siapa yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua surga.” (QS.55:46)

 Maknanya: Bagi siapa yang takut memikirkan ketika dirinya berdiri menghadap Allah di padang mahsyar menunggu keputusan di hari kiamat, sehingga semasa hidupnya dia menunaikan semua yang diwajibkan Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah menyediakan untuknya dua surga kelak di hari kiamat. Keduanya terbuat dari emas dan perak berupa bejana-bejana, perhiasan, bangunan maupun segala sesuatu yang ada di dalam keduanya. Salah satu surga sebagai balasan karena meninggalkan larangan-larangan, sedangkan surga yang lain adalah sebagai balasan melakukan ketaatan-ketaatan.

Dari Abdullah bin Qais, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Dua surga yang semua bejana dan segala sesuatunya terbuat dari perak dan dua surga yang semua bejana dan segala sesuatunya terbuat dari emas. Dan tidak ada sesuatupun yang menghalang-halangi kaum itu dari surga ‘And dari melihat kepada Rabb mereka yang Maha Perkasa lagi Maha Agung, kecuali selendang keagungan-Nya pada wajah-Nya.” (HR. Bukhari NO.4878)

Allah Ta’ala berfirman:

ذَوَاتَا أَفْنَانٍ

“Kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.” (QS.55:48)

 Maknanya: Ciri-ciri kedua surga itu memiliki berbagai macam pepohonan yang sedang berbuah, masak, segar, siap dimakan lagi lezat rasanya. Ranting-rantingnya halus (enak dipandang), daunnya lebat sehingga bisa digunakan sebagai tempat berteduh dan berwarna-warni sehingga sangat indah dilihat.

Allah Ta’ala berfirman:

فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ

 “Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.” (QS.55:50)

 Maknanya: Di dalam kedua surga itu terdapat dua mata air untuk mengairi pohon-pohon sehingga menghasilkan berbagai buah-buahan yang lezat. Salah satu mata airnya adalah air tawar yang segar, jernih dan tidak berbau. Sedangkan mata air lainnya adalah khomer yang lezat. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri. (Shahih Tafsir Ibnu Katsir 8/863)

Allah Ta’ala berfirman:

فِيهِمَا مِن كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ

 “Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah yang berpasang-pasangan.” (QS.55:52)

 Maknanya: Kedua surga itu dipenuhi dengan buah-buahan yang bermacam-macam, tidak hanya satu macam. Baik yang diketahui namanya di dunia maupun yang belum diketahui. Semuanya belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di benak manusia.

Ibnu Abbas berkata: “Tidak ada buah-buahan di dunia, baik yang manis maupun pahit rasanya kecuali ada di dalam surga…” Beliau juga berkata: “Tidak ada sesuatupun yang ada di dunia menjadi bagian dari apa yang ada di akhirat melainkan hanya nama-namanya saja.” Dengan kata lain dapat disebutkan bahwa di antara keduanya terdapat perbedaan yang sangat besar dan perbandingan yang sangat jauh dari segi kualitasnya (meskipun namanya sama). (Shahih Tafsir Ibnu Katsir 8/864)

Allah Ta’ala berfirman:

مُتَّكِئِينَ عَلَىٰ فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ ۚ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ

 “Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.” (QS.55:54) 

Maknanya: Penghuni kedua surga itu bersandar di atas permadani yang indah yang terbuat dari kain sutera yang tebal, halus, paling bagus dan paling mewah. Mereka duduk dengan nyaman, tenang, dan menyenangkan sebagaimana duduknya raja di atas singgasana. Mereka juga bisa kapanpun memetik buah dengan mudah karena jaraknya sangat dekat. Mereka tidak kesulitan memetiknya, bahkan dengan sendirinya buah-buahan itu turun tangkainya.

Allah Ta’ala berfirman:

فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ

 “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan dan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak pula oleh jin.” (QS.55:56)

 Maknanya: Di dalam kedua surga tersebut ada banyak bidadari yang hanya memandang suami-suami mereka karena ketampanan dan keindahan wajah (para suami) serta kesempurnaan cinta mereka terhadap para suami mereka. (Tafsir As-Sa’di 7/124). Mereka semua masih perawan, berusia muda setara dengan suami mereka. Tidak ada satu orangpun yang pernah menyentuh mereka sebelum suami mereka, baik dari kalangan manusia maupun jin. (Shahih Tafsir Ibnu Katsir 8/686). Bahkan mereka adalah perawan yang ramah, penuh kasih saying kepada suami-suami mereka, baik dalam bergaul, riang, manis dan manja.

Allah Ta’ala berfirman:

 كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ

 “Seakan-akan mereka itu permata yaqut dan marjan.” (QS.55:58)

 Maknanya: Karena begitu indah, cantik dan bersihnya para bidadari itu, maka Allah mengibaratkannya dengan permata yaqut. Sedangkan Allah mengibaratkan mereka dengan marjan (mutiara) karena begitu putih dan mulusnya kulit mereka.

Bersambung..

MARAJI’

Al-Jazairi, Abu Bakar Jabir. 2011. Tafsir Al-Qur’an Al-Aisar. Jakarta Timur: Darus Sunnah Press.

Al-Mubarakfury, Shafiyyurrahman. 2010. Shahih Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir.

As-Sa’di, Abdurrahman bin Nashir. 2012. Tafsir Al-Qur’an. Jakarta: Darul Haq.