MENGENAL LEBIH DEKAT SURGA ALLAH TA’ALA LEWAT TAFSIR SURAT AR-RAHMAN (Bagian 2)

paradise-3225-2048-wallpaper

Oleh : Sandi Imandani, S.Pd

 Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنْ دُونِهِمَا جَنَّتَانِ

“Dan selain dari dua surga itu, ada dua surga lagi.” – (QS.55:62)

Maknanya: Selain dari kedua surga yang pertama, masih ada surga yang lain untuk mereka yang takut pada saat berdiri di hadapan Allah. Akan tetapi dua surga yang disebut dalam ayat ini tidak sama dengan dua surge yang disebutkan dalam ayat sebelumnya. Dua surga dalam ayat ini berbeda dari segi kelas, keutamaan dan derajatnya.

Dalam pembahasan sebelumnya telah kami sebutkan hadits yang menjelaskan adanya dua surge yang terbuat dari emas dan dua surge lainnya yang terbuat dari perak. Kedua surge yang pertama diberikan untuk orang-orang yang mendekatkan diri (Muqarrabin) sedangkan kedua surge berikutnya diberikan untuk Ashabul Yamin (Fathul Baari VIII/491)

Abu Musa berkata, “Dua surge yang terbuat dari emas diberikan untuk Muqarrabin, dua surge yang terbuat dari perak diberikan untuk Ashabul Yamin. Ada beberapa dalil yang menunjukkan keutamaan dua surge yang pertama atas dua surge yang kedua. Pertama, Allah menyebutkan gambaran dua surge pertama sebelum dua surge yang terakhir. Didahulukannya yang pertama menunjukkan keutamaanya lebih tinggi. Kedua, Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan selain dari dua surge itu ada dua surge lagi.” Ini jelas menunjukkan kemuliaan, keunggulan dan ketinggian yang pertama atas yang kedua.” (Shahih Tafsir Ibnu Katsir 8/690)

Allah Ta’ala berfirman:

مُدْهَامَّتَانِ

“kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.” – (QS.55:64)

Maknanya: Kedua surge tersebut berwarna hijau tua atau kehitam-hitaman karena berwarna terlalu hijau. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, berkata, “Yaitu tampak kehitam-hitaman karena hijaunya terlalu tua disebabkan kuatnya pengairan.” (Ad-Durul Mantsur VII/715)

Allah Ta’ala berfirman:

فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ

“Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.” – (QS.55:66)

Maknanya: Kedua surge tersebut memiliki mata air yang memancar yang mengalir selamanya dan tidak pernah habis. Pada ayat sebelumnya (ayat 50 surat ini) Allah berfirman yang artinya, “Di dalam keduanya terdapat dua air yang mengalir.” Sedangkan pada ayat ini Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dua mata air yang memancar.” Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, “Lafazh نضاختان  adalah aliran yang memancar, dan mengalir lebih kuat dari memancar.” (Ad-Durul Mantsuur VII/716)

Allah Ta’ala berfirman:

فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ

“Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma, serta delima.” – (QS.55:68)

Maknanya: Kalimat buah-buahan sebenarnya sudah mencakup juga kurma dan delima. Akan tetapi kurma dan delima disebutkan tersendiri karena kedua buah tersebut sangat istimewa, sebagaimana penyebutan ‘Shalat Wustha’ setelah shalat lima waktu di dalam surat Al-Baqarah ayat 238. (Tafsir Al-Aisar VII/230). Ini menunjukkan bahwa kurma dan delima disebutkan secara tersendiri karena keunggulan keduanya atas buah selainnya.

Allah Ta’ala berfirman:

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ

“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik, lagi cantik-cantik.” – (QS.55:70)

Maknanya: Di dalam kedua surge tersebut terdapat wanita-wanita yang baik, shalihah, mulia akhlaknya dan cantik wajahnya. Di dalam diri mereka dikumpulkan antara keindahan lahir batin serta keelokan bentuk penciptaan dan akhlak.

Allah Ta’ala berfirman:

حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ

“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.” – (QS.55:72)

Maknanya: Bidadari yang dipingit di kemah-kemah yang terbuat dari mutiara, yang telah menyiapkan diri mereka untuk menyambut kedatangan suami-suami mereka. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya seorang mukmin di dalam surge memiliki sebuah kemah yang terbuat dari sebuah mutiara yang berongga, panjangnya 60 mil, di dalamnya seorang mukmin memiliki istri-istri yang ia gilir, sementara sebagian dari mereka tidak dapat melihat sebagian yang lainnya.” (HR. Muslim NO.2838)

Jika pada ayat sebelumnya Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Di dalamnya terdapat bidadari-bidadari yang menundukkan pandangan.” Maka pada ayat ini Allah berfirman yang artinya, “Bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.” Tidak diragukan lagi bahwa wanita yang menundukkan pandangan dengan sendirinya jauh lebih baik daripada wanita-wanita yang dipingit, meski keduanya sama-sama berada di dalam tenda.

Allah Ta’ala berfirman:

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ

“Mereka (para bidadari) tidak pernah disentuh oleh manusia , sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.” – (QS.55:74)

Maknanya: Mereka (para bidadari) belum pernah digauli oleh seorangpun, sehingga hilang keperawanannya, baik oleh manusia maupun jin sebelum suami-suami mereka di surge.

Allah Ta’ala berfirman:

مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِي حِسَانٍّ

“Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani yang indah.” – (QS.55:76)

Maknanya: Mereka (para bidadari) akan duduk bersantai di atas bantal-bantal yang berwarna hijau dan mereka juga akan duduk beralaskan permadani yang sangat halus tenunannya.

Demikianlah sedikit kita sejenak melihat keindahan gambaran surga yang Allah jelaskan dan janjikan kepada hamba-Nya yang shalih. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah tentu jauh lebih indah dan tidak akan bisa kita bayangkan. Semoga Allah memasukkan kita semuanya ke dalam surga-Nya yang tinggi. Allahu A’lam.